sejarah candi borobudur


Candi Borobudur
terletak di Desa
Borobudur, Kecamatan
Borobudur, Kabupaten
Magelang, Propinsi
Jawa Tengah. Secara
astronomis terletak di
70.361.2811 LS dan
1100.121.1311 BT.
Lingkungan geografis
Candi Borobudur
dikelilingi oleh Gunung
Merapi dan Merbabu di
sebelah Timur, Gunung
Sindoro dan Sumbing
di sebelah Utara, dan
pegunungan Menoreh
di sebelah Selatan,
serta terletak di antara
Sungai Progo dan Elo.
Candi Borobudur
didirikan di atas bukit
yang telah
dimodifikasi, dengan
ketinggian 265 dpl.
Bentuk Bangunan
– Denah Candi
Borobudur ukuran
panjang 121,66 meter
dan lebar 121,38
meter.
– Tinggi 35,40 meter.
– Susunan bangunan
berupa 9 teras
berundak dan sebuah
stupa induk di
puncaknya. Terdiri dari
6 teras berdenah
persegi dan3 teras
berdenah lingkaran.
– Pembagian vertikal
secara filosofis meliputi
tingkat Kamadhatu,
Rupadhatu, dan
Arupadhatu.
– Pembagian vertikal
secara teknis meliputi
bagian bawah, tengah,
dan atas.
– Terdapat tangga naik
di keempat penjuru
utama dengan pintu
masuk utama sebelah
timur dengan ber-
pradaksina.
– Batu-batu Candi
Borobudur berasal dari
sungai di sekitar
Borobudur dengan
volume seluruhnya
sekitar 55.000 meter
persegi (kira-kira
2.000.000 potong
batu)
————————————————–
Riwayat Temuan
Candi Borobudur
muncul kembali tahun
1814 ketika Sir Thomas
Stanford Raffles,
Gubernur Jenderal
Inggris yang menjadi
wali negara Indonesia
mengadakan kegiatan
di Semarang, waktu itu
Raffles mendapatkan
informasi bahwa di
daerah Kedu telah
ditemukan susunan
batu bergambar,
kemudian ia mengutus
Cornelius seorang
Belanda untuk
membersihkannya.
Pekerjaan ini
dilanjutkan oleh
Residen Kedu yang
bernama Hartman
pada tahun 1835.
Disamping kegiatan
pembersihan, ia juga
mengadakan penelitian
khususnya terhadap
stupa puncak Candi
Borobudur, namun
sayang mengenai
laporan penelitian ini
tidak pernah terbit.
Pendokumentasian
berupa gambar
bangunan dan relief
candi dilakukan oleh
Wilsen selama 4 tahun
sejak tahun 1849,
sedangkan dokumen
foto dibuat pada tahun
1873 oleh Van
Kinsbergen. Menurut
legenda Candi
Borobudur didirikan
oleh arsitek
Gunadharma, namun
secara historis belum
diketahui secara pasti.
Pendapat Casparis
berdasarkan
interpretasi prasasti
berangka tahun 824 M
dan prasasti Sri
Kahulunan 842 M,
pendiri Candi
Borobudur adalah
Smaratungga yang
memerintah tahun
782-812 M pada masa
dinasti Syailendra.
Candi Borobudur
dibangun untuk
memuliakan agama
Budha Mahayana.
Pendapat Dumarcay
Candi Borobudur
didirikan dalam 5
tahap pembangunan
yaitu:
– Tahap I + 780 Masehi
– Tahap II dan III + 792
Masehi
– Tahap IV + 824
Masehi
– Tahap V + 833 Masehi
————————————————–
Nama Candi
Borobudur
Mengenai
penamaannya juga
terdapat beberapa
pendapat diantaranya:
Raffles: Budur yang
kuno (Boro= kuno,
budur= nama tempat)
Sang Budha yang
agung (Boro= agung,
budur= Buddha)
Budha yang banyak
(Boro= banyak, budur=
Buddha)
Moens: Kota para
penjunjung tinggi Sang
Budha
Casparis: Berasal dari
kata sang kamulan
ibhumisambharabudara,
berdasarkan kutipan
dari prasasti Sri
Kahulunan 842 M yang
artinya bangunan suci
yang melambangkan
kumpulan kebaikan
dari kesepuluh
tingkatan Bodhisattva.
Poerbatjaraka: Biara
di Budur (Budur=
nama tempat/desa)
Soekmono dan
Stutertheim : Bara dan
budur berarti biara di
atas bukit Menurut
Soekmono fungsi Candi
Borobudur sebagai
tempat ziarah untuk
memuliakan agama
Budha aliran Mahayana
dan pemujaan nenek
moyang..

    • priyono
    • Oktober 3rd, 2010

    kalaw kita sebagai pelajar ya wajib menjaganya

    • fajar
    • Oktober 3rd, 2010

    njagane pyeleh ?

  1. wow ada juga yang interest membahas tentang pesona nusantara, wah semoga kita bisa saling share tentang budaya, situs, ritus, dan semua yang ada di bumi nusantara ini,
    salam ronanusantara..

    maju terus budaya indoneisa

  2. selagi bisa, ya di lakukan.
    Siapa yg mngawali, klw ndak dr dr sndiri..
    Karna kita pemuda indonesia,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: